Walaupun Tampak Sama,Pernis dan Plitur Berbeda

Pernis dan Plitur

Harga partisi kayu disesuaikan dengan kehendak konsumen. Tinggi atau tidaknya harga dipengaruhi oleh tingkat kesulitan pengerjaan dari partisi itu sendiri. Termasuk teknik finishing partisi antara pernis dan plitur berbeda. Memang keduanya sama-sama menggunakan moda cat untuk melapisi partisi kayu. Selain itu, efek dramatisnya berupa warna senada atau masih seperti aslinya.

Perbedaan Pernis dan Plitur Untuk Finishing Partisi Kayu

Sebenarnya apa sih perbedaan keduanya? Apalagi untuk orang yang awam dengan dunia perkayuan, kedua hal tadi pasti dianggap sama.

1. Pernis

Orang yang sudah terbiasa jual partisi kayu ahli akan menyebut pernis dengan sebutan varnish. Bahan ini mempunyai karakter bau sangat menusuk hidung. Sapuan yang dihasilkan oleh bahan ini akan transparan. Dengan bahan utamanya yakni resin dan pelarut. Pemakai bahan ini umumnya tidak akan menambahkan tambahan apapun ke dalam adonan cat tersebut. Anda juga harus memahami bahwa cat ini sangat tahan lama .

Ketika interior furniture Anda terlihat usang. Anda segera tambahkan cat untuk kayu yang kusam memakai pernis. Hasil akhirnya akan tampak alami, dengan tampilan serat-serat halusnya, semakin menambah kesan hangat, modern, dan alami. Tampilan ini cocok untuk Anda yang mengedepankan unsur alam pada setiap detail dekorasi ruangan. Walaupun lebih dominan ke arah rustic modern, kemewahan dapat dihasilkan melalui permukaan yang menghasilkan efek mewah.

Bahan pembentuk dekorasi ini terdiri dua bagian. Pertama solvent  based. Bahan yang digunakan untuk solvent terdiri dari air, resin, drying oil. Sedangkan untuk metode yang kedua disebut water based. Ketika Anda akan menggunakan water based, dijamin tidak akan ribet, hanya sekedar dicampur dengan air pada saat diaduk rata,dan siap digunakan.

Baca juga: Cara Mudah Mengatasi Masalah Plafon yang Jebol Pada Rumah

2. Plitur

Bahan pemoles partisi kayu ini mempunyai warna transparan. Walaupun menghasilkan warna seperti itu. Konsumen masih merasakan perbedaan warna lainnya. Hal itu disebabkan karena warna oker yang sering kali dipakai, Oker itu sendiri berasal dari galian tanah yang mengalami oksidasi.

Ketika plitur diaplikasikan pada partisi dinding. Maka Anda harus berpikir keras untuk menata ulang dekorasi rumah. Warna transparan yang dihasilkan akan berbeda dengan aslinya, karena harus menyesuaikan dengan oker.

Cara menggunakan plitur pada ornamen kayu, bisa disapukan dengan kuas. Sebelumnya perlu tambahan thinner, serta serlak supaya hasilnya semakin berkilau seperti berlian.

Baik Yang Mana? Plitur atau Pernis Untuk Partisi dinding Anda?

Semua tergantung pada jenis kayunya. Jika partisi rumah anda mempunyai permukaan tidak rata. Anda harus segera memilih Plitur. Kondisi akan berkebalikan ketika permukaan partisi dinding sudah bagus, rata, dan terlindungi. Maka pilihan sangat tepat memakai pernis.

Untuk keoptimalan hasil olesan pernis ataupun plitur supaya lebih tahan lama. Memang hanya untuk dekorasi interior rumah. Supaya tidak terkena dampak sengatan matahari yang terik. Serta guyuran air hujam yang sangat kuat serta keras. Jika Anda sampai nekat menggunakannya di luar ruangan, maka hal selanjutnya pasti akan segera luntur catnya.

Sekali lagi pernis dan plitur mempunyai kekhasan masing-masing. Memang keduanya harus digunakan untuk interior. Jika terpaksa diaplikasikan untuk eksterior, maka finishing plitur yang dipilih. Tetapi Anda harus memakai jenis plitur yang tahan terhadap cuaca hujan maupun panas. Dengan begitu unsur kayu tetap terjaga ketahanannya. Selain itu nuansa natural untuk eksterior rumah Anda akan selalu tampak indah dipandang mata. Tidak akan kusam ataupun retak.