5 Sistem Pembuangan Limbah di Pabrik

Sistem Pembuangan Limbah di Pabrik

Limbah pabrik banyak mengandung senyawa yang berbahaya untuk lingkungan. Hal inilah yang menyebabkan pencemaran lingkungan sering dilakukan oleh tangan manusia sendiri. Jika limbah pabrik langsung dibuang tanpa adanya pengolahan maka bisa mengakibatkan kerugian bagi orang banyak. Gunakanlah jasa kontraktor ME untuk bisa membuat sistem yang mampu mengelola limbah dengan baik.

Berikut 5 sistem pembuangan limbah di pabrik

Limbah merupakan sampah yang dihasilkan dari pemakaian bahan yang dilakukan untuk kegiatan industri. Limbah harus diolah dan memiliki pembuangan yang baik karena bisa mencemarkan lingkungan jika tidak diolah dengan baik. Dalam hal ini dibutuhkan jasa kontraktor hvac untuk membuatnya. Berikut beberapa sistem pembuangan yang banyak digunakan.

1. Sistem Trickling Filter

Sistem ini menggunakan material yang ditumpuk hingga memiliki tinggi 2 meter. Biasanya sistem ini menggunakan media berbentuk silinder. Limbah yang mengalir dalam sistem tersebut akan membentuk mikroorganisme. Dengan adanya filter ini maka limbah akan diolah dan dimanfaatkan untuk hal lain. Filter ini akan dibentuk dengan beberapa lapisan yang berbeda. Ketika limbah melewati sistem ini maka akan disaring secara bertahap kemudian dipindahkan ke lapisan yang selanjutnya.

2. Sistem RBC

RBC merupakan kepanjangan dari Rotating Biological Contactor. Sistem pembuangan limbah ini menggunakan cakram yang dipasang secara horizontal untuk melakukan penyaringan terhadap limbah pabrik. Sistem kerja dari pembuangan ini cukup kompleks dan membutuhkan jasa kontraktor hvac yang handal. Jarak antara jaring sebesar 4 cm. Jarak ini dipasang agar tidak terdapat celah antar jaring yang bisa digunakan oleh limbah untuk keluar. Semakin rapat jarak jaring maka akan semakin efektif proses penyaringan limbah.

Baca juga: Ingin Mencicipi Makanan Internasional Namun Budget Terbatas? Coba Saja Kuliner Negara yang Satu Ini!

3. Sistem Lumpur Aktif

Sistem ini menggunakan dua komponen utama yaitu sedimentasi dan bioreaktor. Kedua komponen ini akan diaduk untuk menghasilkan aerasi yang digunakan untuk sistem pengadukan yang didiamkan akan terdapat sistem suspensi. Proses ini akan memisahkan material dan endapan kemudian mengolah sisa limbah tersebut. Material cairan dan endapan akan diproses dengan metode yang berbeda karena akan membutuhkan alat yang berbeda pula untuk proses penghancurannya.

4. Sistem Kolam

Sistem ini mengumpulkan oksigen dalam sebuah wadah dan akan melakukan pengadukan yang dilakukan secara alami. Dengan bahan tersebut maka limbah bisa diolah secara alami. Dalam hal ini terdapat juga mikroorganisme yang membantu dalam proses penghancuran limbah. Organisme biasanya diletakkan pada dasar kolam dan akan terus berkembang biak. Semakin banyak jumlah organisme yang berperan aktif maka akan semakin lancar juga proses pengelolaan limbah.

5. Sistem SBR

Sequencing Batch Reactor menggunakan sistem lumpur untuk bisa menyaring dan dioperasikan dengan bentuk curah. Dalam proses penyaringan tersebut akan dihasilkan cairan bersih yang bisa digunakan dalam proses pengolahan bahan lain. Sistem ini menggunakan 2 tangki yang berbeda sehingga proses penyaringan akan berjalan panjang. Membutuhkan waktu beberapa jam untuk bisa menyelesaikan proses sebelum bisa memindahkannya ke tangki yang satu lagi. Namun proses ini sudah disesuaikan dengan sistem produksi pabrik sehingga akan berjalan dengan selaras.

Itulah beberapa macam sistem pembuangan limbah yang bisa digunakan. Untuk bisa membangun sistem pembuangan yang bagus maka Anda membutuhkan jasa kontraktor ME untuk membuatnya. Pembuatan sistem limbah ini cukup rumit dan harus dibangun oleh orang ahli yang memahami benar tentang pembuangan limbah. Dengan begitu maka limbah bisa dibuang dengan baik dan tidak mencemari lingkungan.